HUBUNGAN MEROKOK DENGAN BERAT BADAN PADA MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA

Detail Cantuman

Skripsi

HUBUNGAN MEROKOK DENGAN BERAT BADAN PADA MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA

XML

ABSTRAK
Hubungan Merokok Dengan Berat Badan Pada Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Methodist Indonesia.
Ricky Rich Sitohang,1 Sumihar Pasaribu2, Irene R.T Damanik3

Latar Belakang : Rokok telah membunuh banyak orang, lebih dari 7 juta orang setiap tahun. Lebih dari 6 juta diantaranya meninggal akibat penggunaan secara langsung (perokok aktif) sementara sekitar 890.000 meninggal karena asap rokoknya (perokok pasif). Berbagai upaya untuk memerangi rokok telah dilakukan, bahkan WHO telah menetapkan hari bebas rokok sedunia pada tanggal 31 Mei. Indeks Massa Tubuh adalah parameter antropometri. Dalam keadaan normal, dimana keadaan kesehatan baik dan keseimbangan antara konsumsi dan kebutuhan zat gizi terjamin, berat badan berkembang mengikuti pertambahan umur. Sebaliknya dalam keadaan abnormal, terdapat dua kemungkinan perkembangan berat badan yaitu dapat berkembang dengan cepat atau lambat.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sample pada penelitian ini adalah 60 orang. Pengambilan sample dilakukan dengan cara consecutive sampling. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Pertanian Universitas Methodist Indonesia. Analisa data menggunakan Chi square.
Hasil : Analasisis univariat menunjukkan bahwa usia mayoritas mahasiswa yang mengikuti studi ini berada pada rentang usia 21-23 tahun. Mayoritas dari peserta studi memiliki indeks masa tubuh kurang (45.00%) sementara proporsi peserta dengan indeks massa tubuh normal atau lebih hampir sama (sekitar 26-28%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara jumlah rokok yang dikonsumsi dengan indeks massa tubuh (χ2 = 15.707, p = 0.003). Tidak ditemukan hubungan antara lama merokok dengan indeks massa tubuh (χ2 = 4.137, p = 0.126). Adapun untuk melihat korelasi antara jumlah rokok yang dikonsumsi terhadap indeks massa tubuh, dilakukan uji Spearman Correlation. Didapatkan nilai -0.453 (p = 0.000) yang menandakan bahwa terdapat korelasi negatif kekuatan sedang antara peningkatan jumlah rokok dan peningkatan nilai indeks massa tubuh. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa peningkatan konsumsi rokok menyebabkan penurunan indeks massa tubuh.
Kesimpulan : Ditemukan hubungan antara merokok dengan indeks massa tubuh dimana semakin banyak jumlah konsumsi rokok, maka nilai indeks massa tubuh semakin rendah pada mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Methodist Indonesia. Tidak ditemukan hubungan lama konsumsi rokok terhadap indeks massa tubuh pada mahasiwa Fakultas Pertanian Universitas Methodist Indonesia.
Kata Kunci : Merokok, Indeks Massa Tubuh.


Detail Information

Item Type
Skripsi (S1)
Penulis
RICKY RICH SITOHANG - Personal Name
Student ID
218210004
Dosen Pembimbing
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
11201
Edisi
Published
Departement
Kedokteran
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Universitas Methodist Indonesia : Medan.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
8.580 S / 2024
Copyright
Fakultas Kedokteran Universitas Methodist Indonesia
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail