Text
ANALISIS PEMASARAN WORTEL (Daucus Carota L.) (Studi Kasus: Desa Sukanalu Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara)
XMLABSTRAK
ONDO HOTTUA SARAGIH (221320063) dengan judul skripsi “ Analisis Pemasaran
Wortel (Studi Kasus : Desa Sukanalu, Kecamatan Barus Jahe, Kabupaten Karo)” Penelitian
ini dibimbing oleh Medi Lilis Wenny Br Nainggolan, SP., MP sebagai ketua komisi pembimbing
dan Aditia Erick Cantona Simatupang, SP., MP sebagai anggota komisi pembimbing
Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana saluran pemasaran, fungsi-fungsi
pemasaran, biaya pemasaran, margin pemasaran, farmer share dan apakah saluran pemasaran sudah
efisien di daerah penelitian. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara “purposive” yaitu
berdasarkan pertimbangan tertentu. Daerah penelitian di tentukan di Desa Sukanalu Kecamatan
Barusjahe Kabupaten Karo. Metode penentuan sampel pedagang adalah metode purposive sampling
50 petani wortel. Metode penentuan sampel pedagang adalah metode sowball sampling. Metode
analisis data secara deskripsi dan perhitungan matematis untuk menganalisis biaya pemasaran,
margin pemasaran, farmer share dan efisiensi pemasaran. Berdasarkan hasil penelitian dapat
disimpulkan bahwa terdapat : 2 (dua) saluran pemasaran wortel di daerah penelitian. Saluran l yaitu
petani – pedagang pengumpul desa – pedagang besar – konsumen. Dan saluran ll yaitu petani –
pedagang pengumpul desa – pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen. Fungsi pemasaran
yang dilakukan setiap Lembaga dalam saluran adalah fungsi pertukaran, fungsi fisik, dan fungsi
fasilitas. Pada saluran l petani melakukan fungsi penjualan. Pedagang pengumpul desa melakukan
fungsi pemasaran, penjualan dan pembelian, fungsi pengangkutan, pengemasan dan penyimpanan,
dan standarisasi, pembiayaan dan informasi pasar. Pedagang besar melakukan fungsi pertukaran
penjualan dan pembelian fungsi fisik yaitu pengangkutan, pengemasan, dan penyimpanan. Dan
fungsi fasilitas yaitu melakukan standarisasi pembiayaan informasi pasar. Pada saluran ll petani
melakukan fungsi penjualan, pedagang pengumpul desa melakukan fungsi pertukaran yaitu
pembelian dan penjualan. Fungsi fisik yaitu pengangkutan, pengemasan, dan penyimpanan. Dan
fungsi fasilitas melakukan standarisasi, pembiayaan dan informasi pasar. Pedagang besar melaukan
fungsi pembelian dan penjualan dan melakuan fungsi pengangkutan, pengemasan dan penyimpanan.
Dan fungsi fasilitas melakukan standarisasi pembiayaan, dan informasi pasar. Pedagang pengecer
melakukan fungsi jual beli, pengangkutan, pengemasan, penyimpanan, pembiayaan dan informasi
pasar. Pada saluran I, yaitu pedagang pengumpul desa keuntungan yang diperoleh sebesar Rp.2.420
biaya pemasaran Rp.580 margin pemasaran Rp 3000 dari harga jual Rp.7.500/kg Distribusi Margin
terhadap keuntungan 80,67 % dan biaya pemasaran sebesar 19,33%, share harga jual pedagang
pengumpul desa 60%,. Keuntungan yang diperoleh pedagang besar sebesar Rp.1.892 biaya
pemasaran Rp 108, margin pemasaran Rp.2.000 dari harga jual Rp.9.500kg, Distribusi margin
terhadap keuntungan 94.60%, dan biaya pemasaran sebesar 5,40%, dan share harga jual pedagang
besar 78,95%. Pada saluran II, yaitu pedagang pengumpul desa keuntungan yang diperoleh sebesar
Rp. 2362 biaya pemasaran Rp. 638 margin pemasaran Rp 3000 dari harga jual Rp.7.500/kg
Distribusi Margin terhadap keuntungan 78,73% dan biaya pemasaran sebesar 21,27%, share harga
jual pedagang pengumpul desa 60%,. Keuntungan yang diperoleh Pedagang besar sebesar
Rp.1.864, biaya pemasaran Rp.136, margin pemasaran Rp.2.000 dari harga jual Rp.9.500kg,
Distribusi margin terhadap keuntungan 93,20%, dan biaya pemasaran sebesar 6,80%, dan share
harga jual Pedagang besar 78,95%. Keuntungan yang diperoleh pedagang pengecer I Rp 2.433,
Biaya Pemasaran 1.067 Margin Pemasaran Rp 3.500, dari harga jual Rp.13.000/kg Distribusi Margin
terhadap keuntungan 69,51% dan biaya pemasaran sebesar 30,49% Share harga jual 73,08%. Dan
Keuntungan yang diperoleh pedagang pengecer II Rp 2.208, Biaya Pemasaran 1.292 Margin
Pemasaran Rp 3.500, dari harga jual Rp.13.000/kg Distribusi Margin terhadap keuntungan 63,09%
dan biaya pemasaran sebesar 36,91% Share harga jual 73,08%.Saluran pemasaran Komoditi Wortel
didaerah penelitian sudah efisien, dimana diperolehnya nilai efisiensi pemasaran pada saluran
pemasaran I sebesar 343,67%, dan saluran pemasaran II sebesar 783,53%
Kata Kunci : efisiensi pemasaran, farmer share, pemasaran tanaman wortel, dan saluran
pemasaran
Detail Information
| Item Type |
Skripsi (S1)
|
|---|---|
| Penulis |
ONDO HOTTUA SARAGIH - Personal Name
|
| Student ID |
221320063
|
| Dosen Pembimbing |
Medi Lilis Wenny Br. Nainggolan. SP., MP. - - Dosen Pembimbing 1
Aditia Erick Cantona Simatupang, SP, MP. - - Dosen Pembimbing 2 |
| Penguji |
Dr. Helena Tatcher Pakpahan, SP., M.Si - - Ketua Penguji
Manaor Binsar Nababan, SP., M.Si - - Penguji 1 |
| Kode Prodi PDDIKTI |
54201
|
| Edisi |
Published
|
| Departement |
Agribisnis
|
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Universitas Methodist Indonesia : Medan., 2025 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil |
381.415 21 Sar a
|
| Copyright |
Individu Penulis
|
| Doi |







