Text
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI BAWANG MERAH (Studi kasus: Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatra utara)
XMLABSTRAK
EPINDONTA GINTING (221320054) dengan judul “Strategi
Pengembangan Usahatani Bawang Merah” (Studi Kasus: Desa Tongging,
Kecamatan Merek, kabupaten karo, Provinsi Sumatera Utara). Penelitian ini
dibimbing oleh INDRAWATY SITEPU sebagai ketua dan Pembimbing MEDI
LILIS WENNY BR.NAINGGOLAN sebagai anggota komisi pembimbing.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan faktor
eksternal yang menjadi pengaruh pengembangan usahatani bawang merah di daerah
penelitian, untuk menganalisis strategi pengembangan dan alternatif strategi
pengembangan usahatani bawang merah. Penentuan daerah penelitian dilakukan
secara purposive atau sengaja yaitu di Desa Tongging, Kecamatan Merek,
kabupaten karo, Sumatera Utara. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan
secara Simple Random Sampling dengan jumlah 20 petani bawang merah. Metode
analisis data yang dilakukan dengan menggunakan deskriptif kuantitatif dan
menggunakan diagram analisis SWOT dan matriks SWOT). Berdasarkan hasil
penelitian Faktor-faktor kekuatan yaitu : Petani yang sudah memiliki banyak
pengalaman membudidayakan Bawang merah, Tersedianya Tenaga Kerja dalam
keluarga, Pembudidayaannya mudah, Harga bibit bawang merah terjangkau, Rata-
rata Petani menggunakan modal sendiri, Memiliki Produksi kualitas Bawang merah
yang baik, Bawang Merah sangat diperlukan konsumen, Tahan Disimpan 6 bulan.
Faktor-faktor kelemahan yaitu :Petani belum mendistribusikan bawang merah,
Harga input yang tidak stabil, Tidak aktif mengikuti kelompok tani, Modal yang
masih lemah, Lahan Terbatas, Menggunakan Pestisida yang tinggi, Kualitas tanah
berkurang. Faktor-faktor peluang yaitu: Lokasi yang strategis dan sisi syarat
tumbuh tanaman Bawang merah, Pemerintah berperan dalam petani Bawang
merah,Melalui penyuluhan, Tingginya permintaan Bawang merah, Perkembangan
Teknologi, Adanya pupuk subsidi, Tersedianya Sarana Transportasi, Potensi
Ekspor. Faktor-faktor ancaman : Kenaikan harga berpengaruh terhadap daya beli
konsumen, Serangan hama/Penyakit pada tanaman Bawang merah, Perubahan
cuaca yang tidak menentu, Adanya barang pengganti Bawang merah, Berkurangnya
Kualitas Pestisida (hama rensisten), Semakin Tingginya Harga Pupuk dan Pestisida.
Berdasarkan diagram analisis SWOT diketahui bahwa kedudukan usahatani
Bawang merah berada pada kuadran 1 mendukung strategi agresif. Berdasarkan
urutan alternatifstrategi SWOT, bahwa strength – opportunities (SO) menghasilkan
bobot tertinggi pada kekuatan sebesar 2,21 dan peluang 2,09.
Kalimat Kunci : Usahatani Bawang merah, Strategi Pengembangan dan Analisis
SWOT
Detail Information
| Item Type |
Skripsi (S1)
|
|---|---|
| Penulis |
EPINDONTA GINTING - Personal Name
|
| Student ID |
221320054
|
| Dosen Pembimbing |
Ir. Indrawaty Sitepu, MA - - Dosen Pembimbing 1
Medi Lilis Wenny Br. Nainggolan, SP,MP - - Dosen Pembimbing 2 |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI |
54201
|
| Edisi |
Published
|
| Departement |
Agribisnis
|
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Universitas Methodist Indonesia : Medan., 2026 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil | |
| Copyright |
Fakultas Pertanian Universitas Methodist Indonesia
|
| Doi |







