Text
KAJIAN EFEKTIVITAS BEBERAPA KONSENTRASI PESTISIDA NABATI EKSTRAK DAUN SIRIH HUTAN TERHADAP PENGENDALIAN SERANGAN HAMA TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.)
XMLABSTRAK
Rudiman Ruben Sihombing (220310033). Kajian Efektivitas Beberapa
Konsentrasi Pestisida Nabati Ekstrak Daun Sirih Hutan Terhadap
Pengendalian Serangan Hama Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) dibawah
bimbingan Lamria Sidauruk sebagai Ketua Komisi Pembimbing dan Ebsan M
Sianipar sebagai Anggota Komisi Pembimbing. Penelitian ini dilakukan di Jalan
Bunga Herba III, Kecamatan Medan Selayang, Kelurahan Sempakata, dengan
ketinggian tempat 30 meter dpl. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan
Februari hingga Mei 2024. Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui efektivitas
beberapa konsentrasi pestisida nabati ekstrak daun sirih hutan terhadap
pengendalian serangan hama tanaman kacang tanah. Penelitian ini menggunakan
Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 faktor perlakuan. Faktor pertama,
kompos kulit kopi dengan 7 taraf yaitu : P0 = 0 (kontrol), P1 =10% (10 ml ekstrak
daun sirih hutan + 90 ml air), P2 =15% (15 ml ekstrak daun sirih hutan + 85 ml
air), P3 = 20% (20 ml ekstrak daun sirih hutan + 80 ml air), P4 = 25% (25 ml
ekstrak daun sirih hutan + 75 ml air), P5 = 30% (30 ml ekstrak daun sirih hutan +
70 ml air), dan P6 = 35% (35 ml ekstrak daun sirih hutan + 65 ml air). Hasil
penelitian menunjukkan perlakuan konsentrasi pestisida nabati berpengaruh tidak
nyata terhadap persentase serangan hama, bobot basah polong per tanaman, dan
bobot kering polong per tanaman. Persentase serangan hama terkecil terdapat pada
taraf ekstrak daun sirih hutan (P5) pada umur 5 MST yaitu 14,58%, sedangkan
terkecil pada taraf ekstrak daun sirih hutan (P0, P2, dan P3) pada umur 5 MST
yaitu 8,33%. Serangga yang ditemukan pada tanaman kacang tanah sebanyak 7
spesies dengan jumlah populasi sebesar 313 ekor. Serangga yang di temukan pada
tanaman kacang tanah menunjukkan hama yang paling banyak dilahan penelitian
ini terdapat di spesies yaitu jangkrik (Gryllinae) sebanyak 87 ekor. Jumlah
serangga terendah pada umur 5 MST dengan total 64 spesies. Bobot basah polong
per tanaman terbesar terdapat pada taraf ekstrak daun sirih hutan (P4) yaitu 73,94
g, sedangkan terkecil pada taraf ekstrak daun sirih hutan (P2) yaitu 63,63 g. Bobot
kering polong per tanaman terbesar terdapat pada taraf ekstrak daun sirih hutan
(P3) yaitu 66,96 g, sedangkan terkecil pada taraf ekstrak daun sirih hutan (P2)
yaitu 57,85 g
Kata kunci: pestisida nabati, ekstrak daun sirih hutan,kacang tanah
Detail Information
| Item Type |
Skripsi (S1)
|
|---|---|
| Penulis |
RUDIMAN RUBEN SIHOMBING - Personal Name
|
| Student ID |
220310033
|
| Dosen Pembimbing |
Dr. Ir. Lamria Sidauruk, MP - - Dosen Pembimbing 1
Ebsan M. Sianipar, SP., MM., MP - - Dosen Pembimbing 2 |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI |
54211
|
| Edisi |
Published
|
| Departement |
Agroteknologi
|
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Universitas Methodist Indonesia : Medan., 2026 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil | |
| Copyright |
Fakultas Pertanian Universitas Methodist Indonesia
|
| Doi |







