HUBUNGAN WAKTU INTUBASI, USIA, JENIS KELAMIN DAN PEMBERIAN TERAPI OKSIGEN TERHADAP TINGKAT MORTALITAS PASIEN DENGAN COVID-19 BERAT DI RSUD DR. PIRNGADI KOTA MEDAN TAHUN 2020

Detail Cantuman

Skripsi

HUBUNGAN WAKTU INTUBASI, USIA, JENIS KELAMIN DAN PEMBERIAN TERAPI OKSIGEN TERHADAP TINGKAT MORTALITAS PASIEN DENGAN COVID-19 BERAT DI RSUD DR. PIRNGADI KOTA MEDAN TAHUN 2020

XML

ABSTRAK
Latar belakang: Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada sistem pernapasan manusia. Gagal napas merupakan penyebab kematian yang sering terjadi pada korban COVID-19. Andalan pengelolaan ARDS pada COVID-19 berat adalah uji coba High Flow Nasal Cannula (HFNC), ventilasi noninvasif (NIV) ataupun Non-Rebreathing Mask (NRM). Pada pasien dengan gagal napas, penundaan intubasi dikaitkan dengan tingkat mortalitas yang lebih tinggi. Namun, ada banyak perdebatan tentang optimalisasi penatalaksanaan ARDS pada pasien COVID-19. Dilema waktu intubasi dan ventilasi mekanis pada COVID-19 berat diambil berdasarkan penilaian dokter secara global dalam pandemi. Intubasi dan penggunaan ventilator mekanik juga memiliki risiko yang menjadi pertimbangan apakah strategi ini lebih baik atau tidak untuk pasien. Beberapa penelitian mengenai waktu yang tepat untuk intubasi pada pasien COVID-19 telah dilakukan, namun hasil yang tersedia saat ini masih menjadi perdebatan.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan waktu intubasi, usia, jenis kelamin dan pemberian terapi oksigen terhadap tingkat mortalitas pasien dengan COVID-19 berat.
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitic observational dengan menggunakan metode cross sectional peneliti melakukan observasi atau pengukuran variable pada saat tertentu.
Hasil Penelitian: Pada Hasil penelitian dari 160 sampel menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia terhadap tingkat mortalitas pasien terkonfirmasi COVID-19 berat p-values = 0,018, terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin terhadap tingkat mortalitas pasien terkonfirmasi COVID-19 berat p-values = 0,003, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis terapi oksigen terhadap tingkat mortalitas pasien terkonfirmasi COVID-19 berat p-values = 0,231 dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara waktu intubasi terhadap tingkat mortalitas pasien terkonfirmasi COVID-19 berat p-values = 0,523.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia dan jenis kelamin terhadap tingkat mortlitas pasien COVID-19 berat, serta tidak terdapat hubungan antara jenis terapi oksigen dan waktu intubasi terhadap tingkat mortlitas pasien COVID-19 berat di RSUD Dr.Pirngadi tahun 2020.
Kata kunci : COVID-19, terapi oksigen, waktu intubasi, dan mortalitas


Detail Information

Item Type
Skripsi (S1)
Penulis
LEONARDO TARIGAN - Personal Name
Student ID
219210008
Dosen Pembimbing
dr. Jadeny Sinatra, Sp.An., MH. - - Dosen Pembimbing 1
dr.Dwi Lunrta D.S. Siahaan, Sp.An - - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
11201
Edisi
Published
Departement
Kedokteran
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Universitas Methodist Indonesia : Medan.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
8.605 S / 2024
Copyright
Fakultas Kedokteran Universitas Methodist Indonesia
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail