HUBUNGAN GENETIK, HORMONAL, JENIS KULIT DAN PENGGUNAAN KOSMETIK DENGAN TIPE MELASMA PADA WANITA USIA PRODUKTIF DI WILAYAH KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS PUSKESMAS MEDAN DELI

Detail Cantuman

Skripsi

HUBUNGAN GENETIK, HORMONAL, JENIS KULIT DAN PENGGUNAAN KOSMETIK DENGAN TIPE MELASMA PADA WANITA USIA PRODUKTIF DI WILAYAH KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS PUSKESMAS MEDAN DELI

XML

ABSTRAK
Cristy Panggabean, 219210013, Hubungan Genetik, Hormonal, Jenis Kulit, dan Penggunaan Kosmetik dengan Tipe Melasma pada Wanita Usia Reproduktif di Wilayah Kerja Unit Pelaksana Teknis Puskesmas Medan Deli.
Fakultas Kedokteran, Universitas Methodist Indonesia Medan.
Latar belakang: Melasma didefinisikan sebagai kelainan hipermelanosis kronik pada kulit yang dapat ditemukan di dermis maupun epidermis. Melasma sering dijumpai pada wanita khususnya usia reproduktif namun juga dapat mengenai remaja, orang tua yang sedang menjalankan pengobatan, dan juga pada laki- laki yang bersifat idiopatik. Secara morfologi melasma tampak simetris dengan bercak-bercak pigmentasi, bagian tepi tidak teratur pada centrofacial region, malar dan mandibular.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui hubungan genetik, hormonal, jenis kulit dan penggunaan kosmetik dengan tipe melasma pada wanita usia reproduktif.
Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional.
Hasil: distribusi frekuensi pada tipe melasma paling banyak dijumpai pada tipe campuran (42.3%), responden dengan riwayat genetik (71.2%), responden dengan pengunaan alat kontrasepsi/ obat – obatan hormon ( 59.2 % ), responden dengan jenis kulit tipe IV ( 36.5 % ), dan responden dengan riwayat penggunaan kosmetik ( 63.5 % ). Uji statistik spearman diperoleh p value < 0.05 untuk setiap variabel.
Kesimpulan: Berdasarkan hasil uji statistik spearman yang telah dilakukan terdapat hubungan yang signifikan antara genetik, hormonal, jenis kulit dan penggunaan kosmetik terhadap tipe melasma dengan p value yang diperoleh adalah <0,05 dan korelasi koefisien yang diperoleh < 0,60 (sedang-lemah). Untuk faktor yang paling dominan mempengaruhi terjadinya melasma adalah hormonal dan penggunaan kosmetik.


Kata Kunci : Tipe Melasma, Genetik, Hormonal, Jenis Kulit, Penggunaan Kosmetik


Detail Information

Item Type
Skripsi (S1)
Penulis
CRYSTY PANGGABEAN - Personal Name
Student ID
219210013
Dosen Pembimbing
dr. Juliyanti, M.Ked(DV)., Sp.DV. - - Dosen Pembimbing 1
dr.Mawar Gloria Tarigan, Sp.KJ - - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
11201
Edisi
Published
Departement
Kedokteran
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Universitas Methodist Indonesia : Medan.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
8.610 S / 2024
Copyright
Fakultas Kedokteran Universitas Methodist Indonesia
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail